Kamis, 31 Januari 2008

pada tanyaku

sunyi seperti apa t'lah antarkan tidurku?
meninabobokan dengan sayap syurgawi
mengapa akhirnya tercecer serat penyesalan?
padahal angin t'lah meninggalkanmu
bersuaralah..................
menyerulah dalam muara tanyaku
sebab tak mampu lagi kugambar denga jari tangan wajahmu
pada akhirnya kesedihan akan membalutnya................
tetap saja pancang pada dermaga tak bergeming
menantang...................
dan pada tiang terendah, tertadah tangan memohon tanya............
apakah ini hukuman, Ya Robb?..................................................

Tidak ada komentar: